Loading ...
Loading ...
Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat

Publication Info

Added 2013-06-05

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Banyaknya indikator kesehatan hasil Riskesdas dan adanya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tingkat kabupaten/  kota, telah memunculkan gagasan baru, mengembangkan indikator komposit kesehatan masyarakat, yang bisa menjabarkan lebih lanjut indikator kesehatan dalam IPM. Gagasan tersebut terus bergulir dan  ditindak-lanjuti dengan serangkaian diskusi ilmiah, seminar, lokakarya sampai konsultasi ke Menteri Kesehatan, dan akhirnya lahirlah IPKM,  suatu indeks komposit terdiri dari 24 indikator kesehatan utama yang dikumpulkan dari 3 survei berbasis komunitas yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Potensi Desa (Podes).
IPKM terpilih adalah yang mempunyai keeratan hubungan dengan indikator Umur Harapan Hidup Waktu Lahir dalam IPM.
Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) banyak manfaatnya:  untuk advokasi ke Pemerintah Daerah,
untuk memprioritaskan daerah mana yang harus dibantu, untuk menentukan besarnya bantuan dana dari pusat ke daerah, termasuk untuk menentukan prioritas program yang harus diintervensi pada suatu lokasi. Mengingat manfaat  yang demikian banyak dari IPKM, maka dipandang perlu untuk menyusun buku pedoman yang berisi tentang konsep IPKM dan bagaimana memanfaatkan indeks tersebut untuk menajamkan prioritas pembangunan kesehatan.

About the Author: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

No biography available at this time.

Please note: In order to purchase items, you will need to log in first. Selecting an item to purchase will direct you to the login page.

  • Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat