Loading ...
Loading ...

Riset Kesehatan Dasar: Laporan Nasional 2007

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Puji  syukur  kepada  Allah  SWT  kami  panjatkan,  karena hanya  dengan  rahmat  dan karuniaNYA, kita bisa menyelesaikan Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang kita persiapkan sejak tahun 2006 dan dilaksanakan pada tahun 2007 di 28 provinsi dan tahun 2008 di 5 provinsi wilayah Indonesia Timur.

Perencanaan  Riskesdas  dimulai  tahun  2006,  dimulai  oleh  tim  kecil  yang  berupaya menuangkan  gagasan  dalam proposal  sederhana,  kemudian secara  bertahap dibahas tiap Kamis-Jum’at di Puslitbang Gizi dan Makanan Bogor. Pembahasan juga dilakukan dengan  para  pakar  kesehatan  masyarakat,  para  perhimpunan  dokter  spesialis,  para akademisi  dari  Perguruan  Tinggi  termasuk  Poltekkes, lintas  sektor  khususnya  Badan Pusat Statistik, jajaran kesehatan di daerah dan tentu saja seluruh peneliti Balitbangkes
sendiri.  Dalam  setiap  rapat  atau  pertemuan,  selalu  ada  perbedaan  pendapat  yang terkadang sangat tajam, terkadang disertai emosi, namun didasari niat untuk menyajikan yang terbaik  bagi  bangsa. Setelah cukup matang,  dilakukan  uji coba  bersama BPS  di Kabupaten  Bogor  dan  Sukabumi  untuk  menghasilkan  penyempurnaan  instrumen penelitian.  Selanjutnya  bermuara  pada  “launching”  Riskesdas  oleh  Ibu  Menteri Kesehatan pada tanggal 6 Desember 2006.

Pelaksanaan pengumpulan data Riskesdas dilakukan dua tahap, tahap pertama dimulai pada awal Agustus 2007 sampai dengan Januari 2008 di 28 provinsi, tahap kedua pada Agustus-September 2008 di 5 propinsi (NTT, Maluku,  Maluku Utara, Papua dan Papua Barat).  Balitbangkes  mengerahkan  5.619  enumerator,  seluruh  (502)  peneliti Balitbangkes,  186  dosen  Poltekkes,  Jajaran  Pemerintah  Daerah  Provinsi dan Kabupaten/Kota, Labkesda dan Rumah Sakit serta Perguruan Tinggi. Untuk kesehatan masyarakat,  berhasil  dihimpun  data  dasar  kesehatan  dari  33  provinsi  dan  440 kabupaten/kota.  Untuk  biomedis,  berhasil  dihimpun  36,357  spesimen  dari  sampel anggota  rumah  tangga  usia  satu  tahun  keatas  yang  berasal  dari  540  blok  sensus perkotaan di 270 kabupaten/kota terpilih.

Proses editing, entry, dan data cleaning sebagai bagian dari manajemen data Riskesdas dimulai  pada  awal  Januari  2008,  yang  secara  paralel dilakukan  pula  pembahasan rencana pengolahan dan analisis. Proses manajemen data, pengolahan dan analisis ini sungguh  memakan  waktu,  stamina  dan  pikiran,  sehingga  tidaklah  mengherankan  bila diwarnai  dengan  protes,  dari  sindiran  melalui  jargon-jargon  Riskesdas  sampai  protes keras. Dan ini merupakan ujud dinamika kehidupan yang indah dalam dunia ilmiah.
Kini  telah  tersedia  data  dasar  kesehatan  yang  meliputi  seluruh  kabupaten/kota  di Indonesia berupa seluruh status dan indikator kesehatan termasuk data biomedis, yang tentu  saja  amat  kaya  dengan  berbagai  informasi  di  bidang  kesehatan. Kami  berharap data  itu  bisa  dimanfaatkan  oleh  siapa  saja,  termasuk  para  peneliti  yang  sedang mengambil  pendidikan  master  dan  doktor.  Kami  memperkirakan  akan  muncul  ratusan doktor dan ribuan master dari data Riskesdas ini.

Perkenankanlah kami menyampaikan penghargaan yang tinggi serta terima kasih yang tulus  atas semua kerja cerdas  dan  penuh dedikasi dari  seluruh peneliti,  litkayasa  dan staf Balitbangkes, rekan sekerja dari BPS, para pakar dari Perguruan Tinggi, para dokter spesialis  dari  Perhimpunan  Dokter  Ahli,  Para  Dosen  Poltekkes,  Penanggung  Jawab Operasional  dari  jajaran  Dinas  Kesehatan  Provinsi  dan  Kabupaten/Kota,  seluruh enumerator  serta  semua  pihak  yang  telah  berpartisipasi  mensukseskan  Riskesdas. Simpati  mendalam  disertai  doa  kami  haturkan  kepada  mereka  yang  mengalami kecelakaan  sewaktu  melaksanakan  Riskesdas,  termasuk mereka  yang  wafat  selama Riskesdas dilaksanakan.

Secara  khusus,  perkenankan  ucapan  terima  kasih  kami dan  para  peneliti  kepada  Ibu Menteri Kesehatan yang telah memberi kepercayaan kepada kita semua, anak bangsa, dalam menunjukkan karya baktinya. Kami  telah  berupaya  maksimal,  namun  sebagai  langkah perdana  pasti  masih  banyak kekurangan,  kelemahan  dan  kesalahan.  Untuk  itu  kami mohon  kritik,  masukan  dan saran, demi penyempurnaan Riskesdas ke-2 yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada tahun 2010 nanti.

About the Author: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

No biography available at this time.

Please note: In order to purchase items, you will need to log in first. Selecting an item to purchase will direct you to the login page.

  • Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2007