Loading ...
Loading ...
PENGEMBANGAN MODEL  PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN BERBASIS  REGISTRASI KEMATIAN DAN PENYEBAB KEMATIAN  DI 12 KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA  TAHUN 2012

Publication Info

Added 2013-06-21

PENGEMBANGAN MODEL PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN BERBASIS REGISTRASI KEMATIAN DAN PENYEBAB KEMATIAN DI 12 KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA TAHUN 2012

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Berbagai  indikator  kesehatan  termasuk  angka  kematian  dan  penyebab kematian  sangat diperlukan  untuk  formulasi  kebijakan  dan  pengembangan program,  menetapkan  prioritas  kesehatan,  evaluasi  efektivitas  program  dan untuk riset. Metode yang tepat untuk memberi informasi tersebut adalah dengan meningkatkan  sistem  registrasi  kematian    dan  penyebab  kematian  yang  valid dan berkesinambungan.
Lahirnya  Undang  –  Undang  No  23  tahun  2006  tentang  kependudukan menyatakan  bahwa  setiap  kejadian  kematian  harus  dilaporkan  selambatlambatnya 30 hari, membuka peluang tersedianya data kematian di masya rakat. Berdasarkan  UU  Kesehatan  No  36/2009  yang  menyatakan  bahwa  Sistem
Informasi  Kesehatan  (SIK)  diperlukan dan  diselenggarakan  melalui  kerjasama antar  sektor.  Tahun  2010  Kementerian  Kesehatan  dan  Kementerian  Dalam Negeri  mengeluarkan  Peraturan  Bersama  nomor  15  tahun  2010  dan  nomor 62/MENKES/PB/I/2010 tentang Pelaporan Kematian dan Penyebab Kematian. Peraturan  bersama  ini  mengatur  tentang  sharing  data  dari  Administrasi Kependudukan ke tenaga Kesehatan (Puskesmas).
Badan  Penelitian  dan  Pengembangan  Kesehaan  (Balitbangkes), Kementerian  Kesehatan  telah  memulai/menginisiasi  pengembangan  pelaporan penyebab kematian melalui kegiatan “Indonesia Mortality Registration System Strengthening Project (IMRSSP)” di beberapa daerah. Konsep  IMRSSP  adalah untuk  menguatkan  sistem  yang  sudah  ada.  Pertama  sekali  IMRSSP dikembangkan tahun 2006 di DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Kab. Pekalongan dan Kota Surakarta) dengan dukungan tehnis dan finansiil dari WHO, AUSAID (School  of  Population  Health,  UQ-Brisbane),  kemudian   melalui  kegiatan Pengembangan  Wilayah  Sentinel  Surveilans  Kematian  TB  dengan  daerah  uji coba  di  Provinsi  Lampung,  Kalimantan  Barat,  Gorontalo  dan  Papua  masing masing 2 Kabupaten/Kota pada Tahun 2007. Pada tahun 2010-2011 sistem ini diperluas  pada  15  Kabupaten/Kota  yang  merupakan  sampel  dari  Sistem Registrasi  Sampel,  yang  diharapkan  akan  terus  melakukan  perluasan  secara
bertahap. Sampai saat ini  sudah terdapat  37 Kabupaten/Kota di Indonesia  yang telah terpapar dengan kegiatan ini.
Badan Penelitian dan Pengembangan   melalui Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan  berdasarkan  evaluasi  kegiatan  tahun  2010  dan  2011  maka  pada Tahun  2012  meneruskan  kegiatan  tersebut  namun  hanya  pada  12 kabupaten/kota,  yaitu  Kabupaten  Padang  Pariaman,  Kota  Palembang,  Kota
Yogyakarta,  Kabupaten  Gresik,  Kabupaten  Gianyar,  kabupaten  Banjar,  kota Balikpapan,  kabupaten  Gowa,  kota  Mataram,  Kabupaten  Kupang,  dan  kota Ambon.

About the Author: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

No biography available at this time.

Please note: In order to purchase items, you will need to log in first. Selecting an item to purchase will direct you to the login page.

  • PENGEMBANGAN MODEL PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN BERBASIS REGISTRASI KEMATIAN DAN PENYEBAB KEMATIAN DI 12 KABUPATEN/