Loading ...
Loading ...
Buku Seri Etnografi Kesehatan 2014: Tetesan Danum Tawar di Dusun Seribu Akar, Etnik Dayak Ngaju - Kabupaten Kapuas

Publication Info

Added 2014-11-17

Buku Seri Etnografi Kesehatan 2014: Tetesan Danum Tawar di Dusun Seribu Akar, Etnik Dayak Ngaju - Kabupaten Kapuas

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

"Warga desa jarang  ada yang mau merebus air sebelum diminum mereka langsung mengambil air di anak sungai atau air kran  kemudian meminumnya mentah, hal ini banyak mengakibatkan diare." Ungkap Dokter Puskesmas. "Bagi kami minum air Sungai Pantar sudah sejak jaman nenek-nenek kami dan tidak direbus sebab kalau direbus rasa manisnya berkurang dan rasanya tidak enak." Kata seorang Warga Desa Muroi Raya.

"Air bagi Etnik Dayak Ngaju adalah "air belum" (air yang hidup) mereka percaya air itu hidup sehingga kalau direbus seperti membunuh air tersebut rasanya." Ungkap Kabid Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Ketika Masaru Emoto melakukan penelitian bahwa air memiliki kesadaran dan bisa merespon energi serta bisa dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif, para penyembuh tradisional di Desa Muroi Raya sudah memanfaatkan danum tawar (air  untuk pengobatan) jauh jauh hari sebelumnya.

About the Author: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

No biography available at this time.

Please note: In order to purchase items, you will need to log in first. Selecting an item to purchase will direct you to the login page.

  • Buku Seri Etnografi Kesehatan 2014: Tetesan Danum Tawar di Dusun Seribu Akar, Etnik Dayak Ngaju - Kabupaten Kapuas